"jQuery is a lightweight cross-browser JavaScript library designed to simplify the client-side scriptingof HTML". Secara lebih manusianya. jQuery merupakan sebuah file js (atau lebih di kenal dengan library javascript) yang ringan dan mensupport banyak browser serta mudah dalam penggunaannya dalam menjadikan tampilan html tersebut menjadi lebih hidup.
Contoh script jquery:
- $("input").val();
- $("div").html();
- $("p").remove();
- $("p").fadeIn("slow");
- $("p").fadeOut("slow");
Contoh penggunaan operasi yang simple:
Misal ada tag-tag html seperti dibawah ini:
<input type="text" name="nilai1" value="1" id="nilai1"class="nilai" />
<input type="text" name="nilai2" value="2"id="nilai2" class="nilai" />
<input type="text" name="hasil" value="" id="hasil"class="hasil" />
Untuk menghasilkan nilai / hasil dari operasi matematika tertentu dengan menggunakan javascript biasa menggunakan seperti ini:
nilai1=parseInt(document.getElementById("nilai1").value);
nilai2=parseInt(document.getElementById("nilai2").value);
document.getElementById("hasil").value=nilai1+nilai2;
Maka nilai akan keluar. Bagaimana kalau menggunakan jQuery? Maka bisa di buat seperti ini:
nilai1=parseInt($("#nilai1").val());
nilai2=parseInt($("#nilai2").val());
$("#hasil").val(nilai1+nilai2);
Lebih simple bukan?
Untuk mengetahui method2 apa saja yang bisa di gunakan, silahkan mengunjungi url ini http://visualjquery.com/
Apa itu javascript? JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.
Apakah sama antara java dan javascript?.
Java dan javascript sangat sekali berbeda. Java merupakan sebuah bahasa pemrograman yang di kembangkan oleh Sun Microsystems dan merupakan salah satu bahasa pemrograman yang kompleks setaradengan bahasa c atau c++. Dan dalam penggunaannya perlu di compile dahulu.
Sedangkan javascript merupakan sebuah bahasa script ringan yang di pergunakan oleh web untuk menjadikan web lebih hidup / bisa interaktif. Javascript juga merupakan sebuah bahasa yang interpreted artinya javascript tidak perlu di compile dahulu dalam penggunaannya.
Bagaimana cara penggunaannya?
Ada 4 cara dalam penggunaan javascript.
- Head
Javascript bisa di letakkan di dalam sebuah head html. Cara penggunaannya adalah:
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
function message(){alert("This alert box was called with the onload event");}
</script>
</head>
<body onload="message()">
</body>
</html>
- Body
Javascript juga bisa diletakkan di body. Cara penggunaannya:
<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">document.write("This message is written by JavaScript");
</script>
</body>
</html>
- Body dan Head
Javascript juga bisa di letakkan di dua tempat sekaligus di dalam body dan di head. Cara penggunaannya:
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
....
</script>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
....
</script>
</body>
</html>
- Peletakan di luar document.
Javascript juga bisa di letakkan di luar html. Model ini biasanya lebih banyak di gunakan untuk javascript yang berupa library yang mana fungsi-fungsinya dapat di pergunakan lebih dari 1 halaman web. Cara penggunaannya:
<html>
<head>
<script type="text/javascript" src="xxx.js">
</script>
</head>
<body>
</body>
</html>
Dimana xxx.js itu merupakan file javascript yang di load. Isi dari file js tersebut langsung berupa script2 dari javascript.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/JavaScript
DOM kepanjangan dari Document Object Model. Apa itu DOM? Mungkin itu pertanyaan yang pertamakali di lontarkan jika mendengar kata itu. Padahal sebenarnya DOM ini sering ditemui kalau kita bermain-main dengan html. Tapi di dalam HTML ini lebih dikenal dengan Tag HTML.

Setelah membuka situs yang terpercaya(http://id.wikipedia.org/wiki/DOM), akhir nya berani untuk menuliskan arti kata DOM itu sendiri.
Menurut Si Wiki:
Document Object Model (DOM) adalah object model standar untuk HTML dan XML yang bersifat platform independent. Sebuah web browser tidak harus menggunakan DOM untuk menampilkan dokumen HTML. Namun DOM diperlukan oleh JavaScript yang akan mengubah tampilan sebuah website secara dinamis. Dengan kata lain, DOM adalah cara JavaScript melihat suatu halaman HTML.
W3C mulai mengembangkan DOM pada awal 1990-an. Pada bulan Oktober 1998, DOM 1 diluncurkan. Spesifikasi DOM W3C terbagi menjadi beberapa tingkat. Sebuah halaman yang mendukung suatu level harus menerapkan semua persyaratan level tersebut dan di bawahnya.
Sebelum ada standar DOM dari W3C, masing-masing web browser memiliki DOM sendiri. Akibatnya, bila suatu website ingin ditampilkan secara cross-browser compatible, ia harus dirancang untuk setiap web browser yang akan didukung. DOM standar mempermudah pengembangan aplikasi web.
So, kesimpulannya DOM itu apa seh? kalau menurut aku seh DOM = tag-tag HTML itu sendiri, cuman karena yang menggunakannya adalah javascript maka dikasih nama dengan DOM. Kenapa bisa begitu? itu karena tag-tag HTML tersebut akan di jadikan sebuah object oleh javascript dan dapat di olah.
Contoh:
Tag html div
<div id="test_dom">Ini untuk Test DOM</div>
Sample diatas merupakan tag-tag html. Sekarang kita kombinasikan dengan javascript:
var divTest = document.getElementById("test_dom");
maka tag-tag html tersebut sudah menjadi sebuah object di javascript. Dan bisa di manipulasi oleh javascript itu sendiri. Sample untuk memanipulasinya:
divTest.innerHTML = "Saat nya berubah.";
Maka tag-tag html tadi akan berubah menjadi
<div id="test_dom">Saat nya berubah.</div>
Simple khan?
Berawal dari bahasa pemograman yang tidak mengenal oop, kemudian terjun ke dunia php yang sudah mensuport OOP walaupun blum 100%. Dan akhirnya dateng ke dunia javaScript.
Bagaimana dengan javascript? apakah mensupport OOP. Jawabannya Iya. Tapi, OOP yang ada di javascript ini tidak sama dengan yang ada di bahasa pemorgraman lain yang mensupport OOP seperti: PHP, Java, C++ dll. Karena javascript ini tidak mengenal class. Terus bagaimana cara untuk pembuatan class dan method di javascript?
Cara pembuatan Object di javascript:
function Contoh(){
var obj = new Object();
var nama;
obj.setNama = function(pNama){
nama = pNama;
}
obj.getNama = function(){
return nama;
}
return obj;
}
atau bisa juga seperti ini:
function Contoh(){
var nama;
this.setNama = function(pNama){
nama = pNama;
}
this.getNama = function(){
return nama;
}
}
Cara penggunaannya.
var a = new Contoh();
a.setNama('Rafa');
alert(a.getNama());
Simple khan?